Pelangi Destina (part 5)
“Dulu sewaktu kamu masih kecil, paman sering membawamu kesini ?” “Oh ya ?”, tanya Tania sambil mengingat. “Sudah lupa ?” “Sedikit yang bisa Tania ingat paman”, jawabnya. Sang pamanpun tersenyum. “Paman suka sekali kesini karena tempat ini terasa lebih sejuk dan nyaman”, ujar pamannya bercerita. Tatapannya menerawang ke halaman parkir dibawah rindangnya pohon mahoni. “Tania…” “Ya paman ?”, jawab Tania. “Alhamdulillah, akhirnya paman masih diberikan kesempatan mengunjungi tempat ini” “Ya paman.” ,timpalnya sambil tersenyum. “Iya ….hehehe. Paman juga teringat dua orang sahabat ketika kami ngobrol diberanda mesjid ini” “Siapa mereka paman ?” “Wagimin sang marbot masjid ini dan Arman seorang wartawan harian ibu kota”, kenangnya. “Oh ya ?” “Wagimin orangnya sangat lucu tapi kejujurannya sangat luar biasa. Cara berpikirnya yang sederhana kadang membuat kami tertawa. Sedangkan Arman seorang yang dermawan dan mudah bergaul dengan siapapun” “Oh ya. mereka sekarang tinggal d...